Diberdayakan oleh Blogger.

Sumatera Barat kekurangan 7.200 guru SD

Kamis, 23 Agustus 2012

Provinsi Sumatera Barat kekurangan sekitar 7.200 guru sekolah dasar (SD). Kekurangan merupakan akibat dari pemerataan jumlah guru yang kurang baik di provinsi tersebut. Pasalnya, provinsi ini juga mengalami kelebihan guru SMA.

"Pemerataan guru di Sumbar memang masih terkendala dan dapat mempengaruhi peningkatan kualitas pendidikan. Tingkat SD kekurangan guru, sedangkan tingkat SLTA justru kelebihan tenaga pengajar sekitar 3.400 orang," kata Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim, di Padang.

Pemerintah provinsi sudah mengambil langkah mengalokasikan kelebihan guru SMA untuk mengajar di SD-SD yang kekurangan guru. Teknis pemindahan, baik ilmu maupun mutasi dinas, akan segera dirumuskan oleh Dinas Pendidikan SUmbar bersama jajarannya.

Muslim mengatakan tidak akan sulit melakukan pemindahan karena masalah kesejahteraan guru sudah mulai terpenuhi, terutama untuk guru-guru yang menjalani sertifikasi.

"Jadi untuk pindah menjadi guru SD tidak akan menjadi masalah bagi guru yang berlebih di tingkat SLTA, karena gaji dan tunjangan tak berkurang," katanya.

Selain itu, pemerintah provinsi juga telah mengambil inisiatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mendirikan sekolah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI).

kompas.com
Read Post | komentar

94 Persen Daerah Kekurangan Guru SD

Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) mengumumkan bahwa banyak daerah di Indonesia memang kekurangan guru SD. Ketua PB PGRI, Sulistiyo mengatakan, merujuk pada laporan Ketua PGRI di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia yang disimpulkan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional PGRI di Makassar beberapa hari lalu, diketahui sekitar 94 persen kabupaten/kota di Indonesia kekurangan guru SD.

"Fakta ini sangat memperihatinkan, karena kekurangan guru SD terjadi hampir di seluruh daerah," kata Sulistiyo, Kamis (9/8/2012), di Jakarta.

Persoalan itu semakin parah karena pemerintah belum mengatur waktu pengangkatan guru SD dengan jelas. Sementara di lain sisi, guru SD yang masuk waktu pensiun semakin banyak.

"Bahkan, beberapa provinsi menyatakan guru SD banyak yang mengajukan pensiun dini," ujarnya.

Saat ini, lanjut Sulistiyo, banyak SD dengan enam kelas yang hanya memiliki tiga orang guru. Secara standar, hal itu jelas tidak memenuhi syarat minimal dan berpengaruh pada proses pembelajaran di sekolah.

"Kekurangan guru SD itu sementara diatasi oleh kepala sekolah dengan mengangkat guru honorer. Tetapi itu masalah lain," tuturnya.
Read Post | komentar

Lowongan Kerja Guru SD di Pandeglang

Meski hanya berjarak sekitar 100 km dari ibu kota Jakarta, Kabupaten Pandeglang pun masih kekurangan guru sekolah dasar (SD). Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Abdul Azis, menjelaskan bahwa daerahnya masih kekurangan sekitar 3.847 guru SD.

"Hasil inventarisasi yang kita lakukan, diketahui masih terjadi kekurangan guru SD sebanyak 3.847 orang," katanya ketika dikonfirmasi pihak wartawan KOMPAS.com di Pandeglang, Rabu (23/8/2012)

Menurutnya, kekurangan pengajar pada tingkat SD terjadi di semua kecamatan di kabupaten tersebut. Oleh karena itu, Abdul mengharapkan penambahan guru melalui pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Ada sekitar 880 SD yang tersebar di 35 kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang. Abdul mengatakan, jika tidak dilakukan penambahan, maka jumlah guru akan makin berkurang. Pasalnya, dalam periode 2011-2014, sebanyak 750 guru SD akan memasuki masa pensiun.

Ucup Sutisna, Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Patia, membenarkan adanya kekurangan guru SD di daerahnya.

"Kami masih kekurangan guru SD. Di Kecamatan Patia hanya ada 140 pengajar, termasuk kepala sekolah," katanya.

Saat ini, lanjut Ucup, masih ada SD di kecamatan itu yang hanya memiliki dua guru. Akibatnya, kepala sekolah pun masih harus mengajar.

Ucup berharap, penambahan guru SD segera dilakukan agar proses belajar-mengajar bisa berjalan lebih optimal dan peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya bisa tercapai.

"Kami masih kekurangan 87 guru SD, untuk ditempatkan di sekolah yang ada di pelosok, dan ke depan mudah-mudahan bisa dipenuhi," tandasnya.

Semoga Bermanfaat
KOMPAS.com
Read Post | komentar

Cara Memahami Kebutuhan Emosional Anak

Pada bagian sebelumnya kita telah mempelajari bahwa anak dan remaja lebih dikendalikan oleh emosi-emosi mereka daripada pemikiran rasional dan logis. Emosi ini menjelaskan mengapa anak dan remaja berperilaku demikian, termasuk pada perilaku yang merusak diri sendiri. Jadi jika kita ingin memotivasi mereka, sebaiknya kita pahami lebih dulu emosi yang mengendalikan mereka dan memanfaatkannya untuk mengarahkan perilaku dan pemikiran yang lebih memperdayakan.


Berikut adalah ketiga kebutuhan emosional anak:

1. Kebutuhan untuk merasa AMAN
Salah satu kebutuhan terkuat yang dibutuhkan soerang anak adalah perasaan aman. Aman didalam diri dan lingkungannya. Remaja mencari rasa aman dengan bergabung dengan sekelompok “geng” atau sekumpulan teman sebaya mereka, terlibat aturan sosial diantara mereka, serta meniru perilaku temannya.

Seorang psikolog Dr. Gary Chapman, dalam bukunya “lima bahasa cinta” mengatakan kita semua memiliki tangki cinta psikologis yang harus diisi, lebih tepatnya jika anak maka orangtuanya yang sebaiknya mengisi. Anak yang tangki cintanya penuh maka dia akan suka pada dirinya sendiri, tenang dan merasa aman. Hal ini dapat diartikan sebagai anak yang berbahagia dan memiliki “inner” motivasi.

Perlukah kita mempelajari dan mengetahui tangki cinta? Sangat perlu, saya seringkali merekomendasi para guru dan orangtua untuk mempelajari dan menemukan bahasa cinta anak mereka, dirinya dan pasangannya. Hal ini akan saya bahas pada artikel berikutnya).

Contoh, terdorong oleh rasa cinta kepada anaknya seorang ibu memarahi anaknya yang sedang bermain computer. “berhenti maen computer dan belajar sekarang” lalu apa yang ada dibenak anak? Mungkin “Hmpf… Ibu tidak sayang padaku, dan ingin mengendalikan aku serta keasyikanku” Nah, anak menerimanya sebagai hal yang negatif, komunikasi yang menghancurkan rasa cinta ini biasanya yang menjadi akar permasalahan orangtua dan anak, serta guru.


“Mencintai anak tidak sama dengan anak merasa dicintai”


Apa yang menyebabkan kebutuhan akan rasa aman tidak terpenuhi?
• Membandingkan anak dengan saudara atau orang lain
Ketika kita mengatakan “mengapa kamu tidak bisa menjaga kebersihan kamar seperti kakakmu”, “kenapa kamu tidak bisa menulis serapi Rudi”. Akan tumbuh perasaan ditolak, tidak diterima, mereka akan berpikir “papa/mama lebih suka dengan…” hal ini menumbuhkan sikap tidak suka dengan dirinya sendiri dan ingin menjadi orang lain. Mereka merasa aman dengan menjadi orang lain, bukan merasa aman dan nyaman menjadi dirinya sendiri.

• Mengkritik dan mencari kesalahan
Ketika kita mengatakan: “dasar anak bodoh, apa yang salah denganmu? Kenapa kamu tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar?”
Dapat dipastikan, akan menimbulkan perasaan dendam, tidak ada rasa aman dilingkungan rumah (jika hal ini sering terjadi dirumah).

• Kekerasan fisik dan verbal
Saya rasa tidak perlu dijelaskan lagi, hal ini sudah banyak kita temui di surat kabar dan berita ditelevisi, dan bahayanya atau akibatnya juga sering kita temui di media tersebut. Jika tidak ada rasa aman dalam rumah, maka seorang anak akan mencari perlindungan untuk memenuhi rasa aman mereka disemua tempat yang salah. Dan anak akan melakukan apa saja untuk mendapatkan rasa aman ini, mencari perhatian dengan cara yang salah.


2. Kebutuhan akan pengakuan (merasa penting) dan diterima atau dicintai
Jarang sekali orangtua membuat anak-anak mereka merasa penting dan diakui dirumah. Sebaliknya banyak orangtua yang membuat anak mereka merasa kecil dan tidak berarti dengan ancaman: “lebih baik kerjakan PR-mu sekarang, atau…”

Apa yang ada dalam pikiran anak jika diperlakukan seperti itu? Kita orangtua justru senang jika anak melakukan hal yang kita perintah, tapi yang ada dipikiran anak adalah mereka merasa kalah dengan melakukan apa yang diperintahkan orangtua dengan cara seperti itu. Sehingga banyak anak yang menunda atau tidak mengerjakan apa yang ditugaskan orangtua (bahkan dengan ancaman sekalipun) untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya akan pengakuan.

Peringatan keras bagi orangtua: Jika anak-anak tidak merasa dicintai dan diterima oleh orangtua, mereka akan terdorong untuk mencarinya disemua tempat yang salah.
Keinginan seorang anak untuk diakui dan ingin dicintai begitu kuat, sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Jika mereka tidak mendapat pengakuan dengan cara yang benar maka akan menemukan dengan cara yang salah dan ditempat yang salah. Kebutuhan ini mendorong beberapa anak dan remaja untuk menggunakan tato, mengganggu anak lain, bergabung dengan geng pengganggu, mengecat rambut dengan warna menyolok, bertingkah laku seperti badut dan pelawak. Hal ini umumnya menyusahkan mereka sendiri, tetapi demi mendapatkan pengakuan dan diterima (mendapatkan perhatian).

Ada kasus ekstrim pada 16 april 2007, seorang siswa US Virginia Tech, Cho Seng-hui. Menembak dan menewaskan 32 siswa. Apa yang mendorong perilaku tersebut, sehingga dia melakukan hal yang begitu luar biasa gila? Dia melakukan hanya karena kebutuhan pengakuan dan rasa pentingnya begitu besar, tetapi tidak terpenuhi oleh orang-orang yang mengabaikannya dan menghinanya. Hal itu memaksanya keluar dari dunia logika dan merenggut nyawa orang lain serta dirinya sendiri, dalam pikirannya dia berpikir lebih baik mati bersama nama buruk dari pada hidup bukan sebagai siapa-siapa.


3. Kebutuhan untuk mengontrol (merasa mandiri atau keinginan untuk mengontrol)
Seiring pertumbuhan anak, sembari mencari identitas diri dan sambil belajar membangun kemandirian dari orangtua. Proses ini menciptakan kebutuhan emosional untuk bebas dan mandiri.

Jadi itu sebabnya anak tidak mau didikte untuk apa yang harus dilakukan. Mereka merasa tidak “gaul” mendengarkan orangtua. Dengan mendengarkan nasihat orangtua mereka seakan diperlakukan seperti anak kecil. Ini menjelaskan mengapa anak lebih mendengarkan teman mereka dan om atau tante (paman atau bibi) yang masih muda dari pada orangtuanya sendiri.

Orangtua yang cerdas, tidak akan menyerah menghadapi hal ini. Bagaimana caranya memberikan arahan dan agar anak mau mendengar orangtua? Gunakan komunikasi yang tidak bermaksud memaksa anak dengan nasihat kita. Buatlah seakan-akan mereka belajar dan bekerja keras untuk diri mereka sendiri bukan untuk kita. mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi dengan cara seperti itu. Dan yang terpenting adalah memenuhi tangki cinta anak kita setiap hari dan memastikan selalu penuh saat bangun anak bangun tidur dan menjelang tidur. Dengan begitu anak tahu siapa yang paling mengerti dan sayang, serta kepada siapa dia akan datang pada saat membutuhkan seseorang untuk mendengar, yaitu kita orangtuanya.


Ambilah manfaat dari informasi ini, kenali kebutuhan emosi anak kita. Pekalah dimana saat anak membutuhkan penerimaan, kebutuhan untuk mengontrol sesuatu, serta butuh untuk aman. Gunakan kata-kata yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut, berikut tips dan cara memenuhi kebutuhan emosi dasar seorang anak:

1. Rasa aman:
• Tenang sayang kamu aman bersama papa, mama akan temani kamu, hey… papa disini bakal jaga kamu sayang

2. Rasa penerimaan atau dicintai:
• Biasakan menatap mata saat berbicara pada anak, usahakan tatapan mata adalah datar atau “mata sayang”
• Sentuh bagian bahu saat berbicara atau bagian manapun asal sopan, untuk menunjukan bahwa kita ada bersama dan dekat dengan anak
• Usahakan sejajar (berdiri sejajar dengan anak atau berlutut)
• Katakan: apapun yang terjadi papa/mama tetap sayang sama kamu, kamu tetap jagoan papa/mama, dimata papa/mama kamulah yang paling cantik

3. Kebutuhan untuk mengontrol:
• Jika memungkinkan, jika anda melihat anak anda perlu untuk melakukan sesuatu sendiri maka ijinkanlah
• Sebenarnya itu adalah proses belajar untuk dirinya sendiri dan akan sangat bermanfaat dimasa dewasa
• Harga diri anak akan semakin tinggi, jika kita rajin memberikan kontrol kepada anak, karena anak merasa mampu melakukan kegiatan tanpa bantuan (tentunya kegiatan yang aman sesuai dengan kebijaksanaan orangtua)
• Luangkan waktu khusus untuk beraktivitas dan memberikan kontrol dan mengawasinya dengan kasih sayang, misal: anak umur 2-3 tahun minta makan sendiri, pergi ke sekolah sendiri, dan lain-lain

Salam

Timothy Wibowo
pendidikankarakter.com
Read Post | komentar

Tiga Siswa SD Papua Membuat "Game" Simulator Mengemudi

Senin, 13 Agustus 2012

KOMPAS.com - Tiga orang siswa SD asal Papua berhasil membuat game simulator mengemudi. Mereka adalah Stepanus Defi M (SD YPPK St. Yosep Wendu, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua), Petrus Mbuan (SD YPPK St. Mikael, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua), dan Silvester Jakfu (SD YPPK Salip Suci, Kabupaten Asmat, Papua).

Riza Muhida, Ph.D dari Surya Research and Education Center mengungkapkan, para siswa ini tengah mengikuti program intensif yang diperuntukkan bagi sekolah-sekolah unggulan.

"Mereka dikirim Pemda Papua," kata Riza, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/8/2012).

Game ini dinilai akan meningkatkan keterampilan mengemudi dan mengetahui peraturan lalu lintas. Hal yang melatarbelakangi pembuatan permainain ini adalah fenomena banyaknya anak-anak yang tertarik menggunakan car simulator yang ada di mal-mal. Dengan permainan ini, sebenarnya bisa memberikan hal positif yaitu melatih keterampilan dan melatih pengetahuan tertib berlalu lintas, daripada simulator balap yang sering dimainkan anak-anak.

Tak hanya permainan, game ini juga menyajikan kuis tentang tertib berlalu lintas. "Sehingga membuat anak-anak memahami tentang cara berlalu lintas yang baik. Dan juga dapat digunakan untuk media pembelajaran teknologi," ujarnya.

Permainan ini menggunakan software Sctratch yang bisa diunduh secara gratis dan mudah penggunaannya. Sementara,  untuk hardware-nya menggunakan barang-barang bekas, di antaranya stir mengemudi dari stir yang sudah tidak digunakan lagi. Selain itu, gas dan rem dibuat para siswa dengan memanfaatkan per, serta untuk sensor pengemudi menggunakan resistor variable yang berputar dan tahan geser.

Cara kerjanya, terdapat mobil pada layar komputer yang dapat diatur posisinya dengan memutar stir kemudi. Stir kemudi ini berhubungan dengan tahanan variabel yang berputar (potensiometer) dengan mengubah putaran tahanan. Maka, sinyal listrik yang diterima komputer akan berubah-ubah dan sinyal ini untuk menentukan posisi mobil di layar.

Sementara itu, ada juga bagian rem dan gas, di mana penjumlahan sinyal dari tahanan geser di rem dan gas akan menentukan kecepatan mobil dalam (mil per jam). Untuk menguji pengetahuan berlalu lintas, terdapat berbagai pertanyaan terkait rambu lalu lintas. Peserta yang memainkan harus bisa menjawabnya agar mobil tersebut dapat melanjutkan perjalanan. Untuk peserta yang berhasil melewati berbagai quiz dan dinyatakan menjawab semua pertanyaan dengan benar, akan dinyatakan berhasil lulus ujian mengemudi.
Read Post | komentar

Cara Membuat Kelompok



Untuk siswa SD, belajar dengan cara berkelompok merupakan salah satu carabekerja sama dengan orang lain. Selain itu belajar secara berkelompok dapat pula meningkatkan tolerasi dengan cara belajar menerima dan mengharagaikelebihan dan kekurangan orang lain. Bahkan metode ini dapat pula meningkatkan rasa percaya diri karena sebagian siswa merasa lebih nyaman menyampaikan ide-idenya dalam kelompok kecil.

Namun sebagai guru dalam memilih anggota kelompok kadang-kadang hanya asal menunjuk dengan hitungan 1,2,3 dan seterusnya. Sering pula sebagai guru, kita cenderung memperhatikan satu aspek saja dalam menunjuk anggota kelompok, misalnya berdasarkan persamaan kompetensi akademik. Padahal keanekaragaman individu dalam kelompok sebenarnya justru memperkaya dinamika kelompok karena mereka akan melengkapi kekurangan orang lain dengan kelebihan dari masing-masing individu. Ketika keanekaragaman ini bertemu dalam satu tim, secara langsung maupun tidak langsung semua anggota akan belajar hal baru dari orang lain. Misalnya, siswa pemalu akan belajar dari anggota tim yang pandai mengungkapkan pendapat secara logis dan runtut atau siswa yang biasa menjadi pengikut akan belajar bagaimana memimpin dan mengatur kelompok dari anggota tim yang punya jiwa kepemimpinan.
Banyak sekali cara membentuk kelompok heterogen yang dapat memperkaya dinamika tim, antara lain:

1.      Bulan kelahiran
Cara ini mudah sekali. Setiap siswa berbaris berdasarkan urutan bulan dalam satu tahun tanpa bersuara. Artinya ketika mereka berbaris, mereka tidak boleh bertanya, berkomentar, atau mengatur orang lain dengna bersuara. Mereka harus berbaris dari siswa yang lahir bulan Januari dengan tanggal yang paling awal sampai bulan Desember dengan tanggal paling akhir. Jangan lupa bahwa guru harus member batasan waktu, misalnya 5 menit saja. Setelah itu, guru harus mengecek benar tidaknya urutan tanggal dan bulan. Kemudian guru baru menghitung berapa siswa yang dibutuhkan dalam setiap kelompok. Supaya game ini bermakna bagi siswa, guru sebaiknya bertanya tentang strategi apa yang digunakan agar pembentukan kelompok seperti ini sukses. Tujuan refleksi ini adalah mengajak siswa agar merenungkan manfaat apa yang dapat dipelajari dari kegiatan ini. Seandainya suatu saat melakukan kegiatan yang sama, mereka juga akan melakukannya secara efektif. Cara ini dapat dimodifikasi dengan cara mengurutkan siswa berdasarkan ukuran sepatu, tinggi badan, atau lamanya tidur dalam sehari.

2.      Stik es krim
Jangan membuang stik es krim karena ada manfaatnya. Tulislah nama siswa pada stik es krim. Masukkan semua stik es krim yang sudah bernama ke dalam wadah, kocok-kocok. Setelah itu ambil secara acak beberapa stik, jumlahnya tergantung berapa anggota dalam setiap kelompok.

3.      Puzzle kalender
Guru dapat memanfaatkan kalender bekas untuk puzzle. Caranya, tentukan terlebih dahulu berapa kelompok yang dibutuhkan dalam suatu kegiatan. Kemudian tentukan pula berapa jumlah anggota dalam setiap kelompok. Jika setiap kelompok beranggotakan empat orang, maka guru menggambar kepingan puzzle sebanyak lima bagian dalam setiap lembar kalender karena yang sekeping potongan akan diletakkan di meja sebagai acuan bagi siswa untuk menemukan pasangan kepingan puzzle. Pelaksanaan di kelas jga mudah. Setiap siswa akan mendapatkan satu keeping puzzle kalender. Mereka akan bergerak untuk menenukan pasangan puzzle. Ingatkan kepada siswa untuk tidak bersuara agar kelas terkendali.

4.      Angkamu angkamu
Ini adalah cara membentuk tim dengan menuliskan soal hitungan. Guru menuliskan soal penjumlahan, perkalian, pembagian, pengurangan, atau hitung campur di dalam sebuah kertas kecil. Hasil dari soal hitungan tadi dalam setiap kelompok harus sama. Misalnya, jika guru menginginkan satu kelompok terdapat empat anggota, maka guru membuat soal hitungan sebanyak 4, yang apabila sudah selesai dihitung, hasilnya sama. Contoh, 3×4 +2=; 20-5=; 30:2=. Hasil dari setiap soal adalah 15. Jadi siswa yang mendapat soal dengan hasil 15, maka mereka akan membentuk satu kelompok.

5.      Judul yang hilang
Guru dapat memanfaatkan beberapa judul filem, buku cerita, tokoh kartun, tokoh wayang, tokoh pahlawan, atau nama artis untuk membentuk tim. Caranya mirip dengang puzzle. Guru menuliskan nama atau judul dalam selembar kertas kecil, misalnya Gatotkaca dan Arjuna. Potonglah kata Gatotkaca menjadi 2 bagian dan kata Arjuna menjadi 2 bagian. Kemudian tentukan pula jenis nama yang sama dalam kelompok lain, misalnya satu kelompok dengan nama pahlawan, sementara kelompok lain dengan nama gunung. Hasil potongan nama tadi dibagian kepada setiap siswa. Siswa yang mendapat potongan nama-nama wayang akan menjadi satu tim, misalnya siswa A mendapat kata Gatot, siswa B mendapat kata Kaca, siswa C mendapat sukukata Arju, dan siswa D mendapat sukukata na maka mereka berkumpul menjadi satu kelompok.
Sebagai guru di sekolah dasar, kita harus kreatif dan selektif memilih strategi mengajar agar suasana kelas lebih hidup. Dengan menggunakan cara-cara di atas, sebenarnya siswa tidak hanya bermain ketika membentuk kelompok, tetapi juga bekerja sama dan belajar menerima satu dengan lainnya.

Semoga bermanfaat ya,,,

Oleh Primma Russanti
Guru SD di Sekolah Ciputra Citraland, Surabaya
Read Post | komentar
 
© Copyright SD 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all